Afghanistan: A battle space and a comfort of home, and it’s all about business!

Oleh Alto Labetubun

Perang dan kenyamanan adalah dua hal yang bertolak belakang. Bagi kita yang pernah menonton film-film perang nasional maupun internasional seperti Janur Kuning, Saving Private Ryan, The Battle of Iwo Jima, dan berbagai film serupa, gambaran kita akan kehidupan di medan perang adalah kotor, berdebu, makan dan minum yang secukupnya dengan kualitas yang sangat terbatas. Konsep comfortless di medan perang itu ternyata sudah banyak mengalami perubahan, seperti yang saya alami di Provinsi Kandahar dan Helmand, di Afghanistan.

Saya berada di Afghanistan selama hampir setahun, dan tinggal di sebuah compound yang masih berada dalam wilayah outer perimeter dari Kandahar Air Field (KAF). KAF merupakan markas tentara koalisi untuk Afghanistan atau International Security Assistance Force (ISAF) yang terbesar di Afghanistan. KAF didiami oleh puluhan ribu anggota militer dari negara-negara anggota ISAF, maupun civilians yang bekerja di sektor-sektor jasa pendukung seperti logistik, transportasi, komunikasi, finansial, maupun rekreasional.

Hal  menarik dari KAF adalah kombinasi antara danger dan comfort. Karena merupakan basis tentara koalisi terbesar di Afghanistan, maka KAF menjadi target serangan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik the usual suspects seperti Al Qaida dan Taliban, maupun dari special interest groups – yang kalau di Indonesia biasa disebut dengan OTK: Orang Tak Dikenal. Hampir setiap hari sirene di KAF yang menandakan adanya serangan roket bisa terdengar, dan setiap kali sirene itu berbunyi, maka semua kegiatan akan terhenti, dan semua orang akan menuju ke bomb shelters yang tersebar di berbagai lokasi di KAF. KAF juga merupakan bandara single runway yang tersibuk di dunia. Tiap beberapa menit akan ada pesawat yang mendarat atau lepas landas dari tempat ini, baik itu jet-jet tempur, pesawat angkut sipil maupun militer, pesawat komersil, sampai pada pesawat-pesawat tanpa awak atau drone yang untuk sebagian orang, hanya bisa dilihat di televisi.

Di balik bahaya yang selalu mengintip, KAF juga memiliki sisi lain yang walaupun artificial, bisa membuat penghuninya melupakan danger yang selalu mengintai. Di dalam lokasi KAF, ada tempat yang disebut boardwalk, yang luasnya sekitar lebih kurang 100 meter persegi. Esensi dari boardwalk adalah pasar dan pusat keramaian. Di sini, kita bisa menemukan Kentucky Fried Chicken, TGI Fridays, Coffee Bean, berbagai macam restoran, barber shops, tempat penyewaan sepeda, beberapa toko elektronik, tempat penyewaan dan penjualan DVDs, ATMs, dan toko-toko yang menjual souvenir dari Afghanistan. Di tengah-tengah boardwalk, ada juga jogging track, lapangan hockey, lapangan bola volley, dan lapangan football/soccer yang kualitasnya mirip dengan kualitas lapangan pada stadion-stadion internasional. Di luar boardwalk, ada juga PX (Post Exchange) yang esensinya adalah shopping center. Di KAF sendiri ada American PX, Canadian PX, French PX, German PX, British PX dan Dutch PX yang masing-masing menjual produk dari negaranya dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga komersil. Cokelat-cokelat Perancis bisa dibeli di French PX, donats dari Canada, bisa dibeli di Canadian PX, bahkan Sambal Oelek "De Molukken Schiedam" dengan gambar sampan, ala Maluku bisa dibeli di Dutch PX. Selain itu, di KAF terdapat enam DFACs atau Dining Facilities. Ini adalah rumah makan bagi penghuni KAF yang mempunyai clearance untuk mendapatkan makanan gratis.

Dari pengalaman tinggal di KAF, saya melihat bahwa konsep perang modern sudah cukup mengalami pergeseran. Kenyamanan para pelaku perang di lapangan (combatants) merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh negara-negara modern. Being a soldier in a modern military is less about being patriotic! Rather, it's just another job that pays the bills. Namun satu hal yang pasti dan tidak pernah berubah adalah dalam perang, peluang bisnis tetap ada. Perang adalah bisnis, dan di dalam setiap perang, akan ada orang yang diuntungkan secara finansial!

 

Ambon Renta Car
iklan300x50

Short URL: http://malukuonline.co.id/?p=3372

Posted by on Jul 15 2013. Filed under berita terbaru, Highlights, internasional, politik, travel, wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Alto Labetubun 15 Jul, 2013


-
Source: http://malukuonline.co.id/2013/07/afghanistan-a-battle-space-and-a-comfort-of-home-and-its-all-about-business/
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar: