’’Camp Pasutri’’ Jemaat GPM Latuhalat Wujudkan Tanggung Jawab Pria Sejati

AMBON - BERITA MALUKU. Mewujudkan perspektif bertumbuh dan berkembang dalam kerangka pembinaan spiritualitas umat, praktis Gereja harus tampil berbeda dengan dunia. Artinya, Gereja hadir untuk menyatakan kebenaran hakiki tentang Iman kepada Allah sebagai Sang Pencipta.

''Untuk menjawab hal itu (dinamisasi Gereja) Gereja harus melakukan terobosan-terobosan yang mengacu pada perubahan dan pemulihan sejati umat (jemaat),'' ungkap Pendeta Abraham Sahetapy kepada media ini di Ambon, Kamis, 18 Juli 2013.

Dalam kerangka perubahan dan pemulihan sejati itu, terang Sahetapy, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Latuhalat melalui Keputusan Persidangan Jemaat ke-29 awal tahun ini telah memutuskan salah satu program pembinaan umat, yakni ''Camp Pasutri'' (Pasangan Suami Isteri Sejati) yang akan digelar 19-21 Agustus nanti di jemaat setempat.

''Program ini bertujuan pemulihan dan pembentukkan keluarga-keluarga sejati,'' kata Sahetapy yang juga Ketua Panitia ''Camp Pasutri'' Jemaat GPM Latuhalat.

Menurut Sahetapy, event ini tak sekadar melibatkan jemaat Latuhalat, tetapi juga terbuka bagi keterlibatan jemaat GPM sekitar dari Amahusu, Eri, dan Seri. ''Bahkan kegiatan itu juga terbuka untuk jemaat-jemaat GPM lain di Kota Ambon maupun di Pulau Ambon,'' rincinya.

Salah satu pembicara yang bakal memberi materi adalah Pendeta Junus Liur dari Jakarta. Camp Pasutri merupakan kegiatan tahunan jemaat GPM Latuhalat. ''Ini untuk tahun kesembilan pelaksanaannya. Tahun lalu dilaksanakan di Hotel Amans,'' imbuhnya.

Kegiatan ini terlaksana dengan jalinan kerja sama apik CMNS (Christian Man Networkings). Materi kegiatan lebih dikhususkan pada bagaimana laki-laki, terutama laki-laki Gereja, tampil sebagai laki-laki sejati baik dalam tanggung jawab moril sebagai kepala keluarga maupun dalam tanggung jawab sebagai warga Gereja, warga masyarakat, dan warga Negara.

Jefry Leiwakabessy, akademisi asal Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyebutkan ''Camp Pasutri'' merupakan sebuah keniscayaan di era saat ini sebagai jawaban atas kian terdegradasinya moral umat. Dia menyebutkan, saat ini banyak wanita yang telah mengambil peran-peran tertentu laki-laki sebagai kepala keluarga. Padahal, peran itu mestinya dilakukan kaum laki-laki.

''Melalui Camp Pasutri, laki-laki Gereja diharapkan bisa mengembalikan jati diri mereka agar bertanggung jawab penuh terhadap eksistensi keluarga, dalam interaksi sosial dengan masyarakat sekitar, maupun dalam kiprahnya sebagai warga gereja dan warga bangsa,'' papar dosen sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpatti ini.

Dengan adanya perubahan perilaku, urai Leiwakabessy, peran laki-laki akan kian berkontribusi terutama dalam kehidupan keluarga sebagai jemaat terkecil maupun dalam kehidupan lebih luas dengan orang lain. Dia berharap pemerintah ikut membantu suksesnya kegiatan ini, sehingga upaya mempertegas peran laki-laki sejati benar-benar terwujud dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Idealnya, Gereja dan Pemerintah merupakan mitra dalam kerangka pembinaan Iman umat. (rony samloy)

Pulpit rock

berita Maluku 18 Jul, 2013


-
Source: http://www.beritamaluku.com/2013/07/camp-pasutri-jemaat-gpm-latuhalat.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar: