Lagi, Makanan Kadaluarsa di Ambon Diamankan Tim Razia

 Rosni Marasabessy 

AMBON – BERITAMALUKU. Makanan kemasan kadaluarsa kembali ditemukan tim razia yang terdiri dari petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Kota Ambon dalam pengawasan pangan kemasan yang dilakukan di sejumlah swalayan, toko dan distributor di daerah itu, Rabu 17 Juli 2013 kemarin.

Puluhan makanan kadaluarsa yang terdiri dari satu jenis itu diamankan tim razia dari salah satu swalayan di kawasan Kebun Cengkeh, Desa Batumerah.

Kepada para petugas, pemilik swalayan, David Gozali, mengatakan bahwa pemeriksaan barang dagangan rutin dia lakukan setiap hari Minggu, sehingga temuan itu diakuinya merupakan kelalaian.

"Ini kelalaian kami karena kurang teliti memeriksa barang. Begitu banyak barang sehingga karyawan hanya memeriksa di bagian depan saja," kata David Gozali.

Ia pun berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut yang tentunya akan sangat merugikan konsumen yang tidak teliti ketika berbelanja.

Selain makanan kadaluarsa, petugas razia juga menemukan produk pangan impor tanpa izin edar di swalayan tersebut. Produk itu langsung dimusnahkan bersamaan dengan makanan kemasan yang sudah kadaluarsa tadi.

Sebelumnya, mereka menemukan beberapa produk kadaluarsa di salah satu toko, depan Masjid Raya Alfatah.

Sementara, ketika hendak memeriksa sarana distributor Ultra Milk dan Teh Kotak di kawasan Urimeseng, Kecamatan Nusaniwe, mereka mengalami kendala karena dihalang-halangi oleh karyawan di perusahaan itu.

Karyawan tersebut tidak membolehkan pemeriksaan dilakukan, kendati petugas razia telah menunjukan surat izin pengawasan. Sang karyawan menunjukan sikap kurang kooperatif ketika petugas razia hendak memeriksa gudang.

"Pintu gudang dikunci dan karyawan yang memegang kuncinya sedang istirahat," kata karyawan itu.

Dia malah meminta para petugas untuk meninggalkan kantornya dan boleh kembali setelah manajernya ada di tempat.

"Atau tunggu sampai manejer datang karena dia yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatunya. Kami hanyalah karyawan," katanya beralasan.

Namun, setelah stephano, pemimpin tim menelpon manejer itu dan mendapat persetujuan, ia langsung melakukan tugasnya. Pintu gudang lalu dibuka oleh karyawan lainnya, dan ternyata tidak dikunci. Hal itu memicu amarah Stephano.

"Katanya gudang dikunci, ternyata tidak. Kenapa anda berbohong," kata Stephano kepada karyawan tadi.

Kejanggalan sikap karyawan itu pun terjawab ketika gudang lainnya diperiksa. Bau minyak tanah yang sudah tercium sejak di teras kantor, makin menyengat di dalam gudang. Lantai gudang itu tampak basah dan berair, yang ternyata adalah tumpahan minyak tanah. Sementara di atas lantai itu, berjejer bertingkat-tingkat ribuan kardus produk pangan yang siap edar.

Salah satu petugas, Nini Talakua, mengatakan, produk pangan yang ada di dalam gudang itu bisa terkontaminasi tumpahan minyak tanah.
"Nantinya yang rugi masyarakat, karena mereka yang mengkonsumsi," katanya.

Pulpit rock

berita Maluku 18 Jul, 2013


-
Source: http://www.beritamaluku.com/2013/07/lagi-makanan-kadaluarsa-di-ambon.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar: