Balai POM: 93 Persen Makanan Berbuka Tercemar Mikroba

 Rosni Marasabessy 

AMBON – BERITAMALUKU. Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Ambon, Sandra Lintin, mengatakan, sebanyak 93 persen makanan berbuka puasa di daerah itu tercemar mikroba.

"Hasil uji laboratorium menunjukan, dari 15 sampel yang diperiksa, 14 di antaranya tercemar mikrobologi," katanya kepada Beritamaluku.com saat ditemui di kantornya, Senin 22 Juli 2013.

Ia mengatakan, bakteri yang mencemari semua sampel makanan itu yakni NMP Coliform, jenis mikrobiologi berbentuk coli (koma) yang belum menunjukan spesifikasi E.coli, tetapi menuju ke arah itu (E.coli).

E.coli sendiri adalah jenis bakteri yang dapat menyerang sistem pencernaan. Dapat menyebabkan masalah perut dan usus, bila menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Dikatakan Sandra Lintin bahwa batas kontaminasi NPM Coliform dalam makanan adalah kurang dari tiga APM per gram. Sementara temuan dari sampel-sampel itu menunjukan kandungan coliform lebih dari 1.100 APM per gram.

"Kuman ini lebih banyak berasal dari air. Jadi mungkin menggunakan air yang kurang bersih, atau airnya tidak dimasak," katanya.

Sampel makanan berbuka puasa yang diuji dalam pengawasan tahap pertama itu antara lain, bolu kukus, kue lapis, dan beberapa jenis es, seperti es pisang ijo dan es buah. "Paling banyak ditemukan di es-es dan kue lapis," kata Sandra Lintin.

Zat kimia negatif
Fokus pengawasan pangan berbuka puasa yang dilakukan mulai dari Desa Batumerah hingga Waiyame itu juga mencakup penggunaan pemanis buatan dan kandungan zat kimia berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet mayat (formalin) dan boraks.

Menurut Sandra Lintin, pihaknya cukup senang terhadap hasil uji laboratorium itu yang menunjukan, penggunaan pemanis buatan di bawah ambang batas. Selain itu, kandungan bahan berbahaya juga negatif.
"Tidak ditemukan boraks, formalin, atau pewarna berbahaya dan pemanis buatan yang melebihi ambang batas. Semuanya negatif," katanya menjelaskan.

Hasil uji itu, kata dia, menunjukan capaian yang baik. Sebab, telah ada kesadaran dari para pembuat jajanan untuk tidak mencampurkan bahan berbahaya yang bukan diperuntukan bagi makanan.

"Namun masalah higien sanitasi dan penyajiannya. Ini yang harus terus dibina," ujarnya.

Ia mengimbau agar para pembuatan makanan berbuka memperhatikan kebersihan air dan cara pengolahannya. Hal itu untuk mencegah kuman masuk ke dalam makanan.

"Gunakanlah sumber air yang bersih. Masaklah airnya hingga mendidih, jika ingin membuat es. Dan, masaklah makanan sampai benar-benar matang, serta gunakan perabotan yang bersih," imbaunya.

Pulpit rock

berita Maluku 22 Jul, 2013


-
Source: http://www.beritamaluku.com/2013/07/balai-pom-93-persen-makanan-berbuka.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar: