Warga Negeri Lima Mengungsi setelah “Alarm” Wai Ela Berbunyi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

MOLUKEN, Ambon: Peringatan tanda bahaya (sirine) yang dipasang di bendungan Wai Ela, Rabu (24/07), kemarin, sekitar pukul 16.30 WIT berbunyi membuat ratusan warga Desa Negeri lima, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, panik. Mereka pun segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Alarm ini dipasang di bendungan Wai Ela untuk mendeteksi volume air yang terus bertambah dan sewaktu-waktu dapat mengakibatkan bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah Bob Rahmat yang dihubungi Kompas.com Rabu malam, membenarkan, alarm yang dipasang di bendungan Wai Ela sempat berbunyi beberapa kali.

"Iya, benar sekali kalau tadi ada alarm tanda bahaya yang berbunyi di bendungan Wai Ela," ungkap Bob Rahmat.

Dia mengakui, pihaknya sendiri beberapa waktu lalu telah mengimbau kepada warga agar tanggap dan dapat segera mengungsi bilamana kondisi bendungan tersebut benar-benar membahayakan.

"Benar sekali tadi ada ratusan warga yang telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, ini sudah kita imbau sejak beberapa hari lalu," ungkapnya.

Menurutnya, volume muka air memang sudah hampir penuh di bendungan tersebut. Hal itulah yang menyebabkan warga pilih mengungsi dari rumah-rumah mereka.

"Memang benar kalau volume air terus bertambah, namun saya hanya bisa menjelaskan soal teknis penanganan bencana saja soal bendungan Wai Ela nanti, tanyakan ke Balai Sungai sejauhmana mereka menyelesaikan saluran pembuangan air (spill way) di bendungan itu," ungkapnya.

Salah seorang warga Negeri Lima, Muhammad Zoon Assel mengatakan, warga mengungsi sejak Rabu sore dengan membawa sejumlah barang dan surat-surat penting lainnya menuju rumah-rumah kerabatnya yang lebih aman.

"Ratusan warga sudah mengungsi sejak pukul 17.00 Wit tadi, peristiwa itu membuat seisi warga desa ini panik. Saat ini memang kita sangat waspada, namun kita berharap tidak akan terjadi apa-apa," harapnya. (kom)

Yang Menarik:

Pulau Buru dan Seram Dikaji Jadi Ibukota Provinsi
MOLUKEN, Masohi: Pemerintah Provinsi (Pem­prov) Maluku dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sementar...

Wasahua, Calon DPD RI yang Siap Perjuangkan Kepentingan Maluku
MOLUKEN, Ambon: Soleman Wasahua, salah satu tokoh muda dengan penuh semangat tampil mendaftarkan dir...

Pendapat Masyarakat :

thedysyachthedysyach
19/02/2013 - 18:52:35

molluken.com media paling cepat, lugas dan memberi pencerahan informasi. sukses selalu..

aguslabetubun
09/02/2013 - 11:46:45

Dari Maluku Untuk Dunia.... Moluken ...sip....

patimurraoppier
02/02/2013 - 11:38:19

Moluken merupkan sumber repensi tercepat,dan informasi yg cocok utk mmberitakan kabar seputar maluku

Djabar Tianotak
25/02/2012 - 18:18:10

Moluken is the best. Tercepat tajam dan terpecaya. Sumber inspirasi

RayyaGiri
21/04/2012 - 14:45:19

Moluken sumber referensi pengetahuan tentang negri sendiri. Maju terus Moluken, moga makin jaya.

Haris
21/04/2012 - 14:14:08

Website Moluken.Com Memang Media Online Berita dan Informasi Terkini Seputar Maluku, Semoga Dapat terus menampilkan Berita Terkini dan akurat seputar Maluku.

Baca Pendapat lainnya

Redaksi Moluken 25 Jul, 2013


-
Source: http://www.moluken.com/2013/07/25/warga-negeri-lima-mengungsi-setelah-alarm-wai-ela-berbunyi/
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar: